Beberapa negara masih menyisakan kuota haji karena animo masyarakat lebih rendah dibanding jumlah kuota haji. Dengan sisa kuota ada tersebut, kata Lukman, sedang dijajaki apakah bisa digunakan untuk menambah kuota haji jamaah Indonesia.

“Kita sedang mendata, jadi belum bisa menyebut negara mana, sedang dalam proses,” kata Lukman di Kompleks Parlemen, Rabu (11/2)

Pelaksanaan pembatasan bagi sudah berhaji ini secara teknis akan dikeluarkan dari daftar keberangkatan tahun ini.

Selanjutnya, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) akan memasukkan nama-nama dari daftar antrian tahun depan sudah siap untuk diberangkatkan tahun ini.

Artinya, ungkap Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, calon jamaah haji ada dalam daftar tunggu selanjutnya kalau sudah mampu melakukan pelunasan akan berangkat menggantikan jamaah sudah pernah berhaji.

Namun, jika dalam waktu pelunasan ini calon jamaah tidak dapat melunasi, maka jamaah sudah berangkat haji dapat diberangkatkan. Direktur Jenderal PHU, Abdul Djamil mengatakan nama-nama calon jamaah berpotensi diberangkatkan sudah ada dalam daftar.

Namun, mereka hanya memiliki beberapa hari untuk melakukan pelunasan. Jamaah sudah pernah berhaji dikeluarkan terlebih dahulu dari daftar keberangkatan. “Sampai pelunasan habis waktunya biasanya 10 hari, kalau kuota masih ada dimasukkan lagi,” kata dia.

Tahun ini Indonesia mendapat kuota haji sebanyak 155.200 jamaah reguler dapat diberangkatkan. Tahun lalu kuota haji reguler Indonesia hanya sebanyak 155 ribu jamaah.