Kebiasaan Ustman bin Affan Saat Ibadah Haji

Khalifah Usman bin Affan dikenal sebagai seorang pemalu, hartawan, dan pemilik petuah yang didengar. Di masa jahiliah, dia tidak pernah sujud kepada sebuah patung. Tidak pula berbuat keji, tidak pernah minum khamar.

“Saya tidak pernah bernyanyi, tidak pula panjang angan-angan. Aku tidak pernah menyentuh (mohon maaf-red) alat kelamin dengan tangan kananku setelah aku gunakan tangan itu membaiat Rasulullah SAW. Aku tidak pernah minum khamar pada masa jahiliah maupun setelah Islam,” kata beliau.

Di tengah kesibukannya sebagai khalifah ketiga, beliau tidak pernah tertinggal mendirikan shalat dengan membaca seluruh Alquran dalam satu rakaat. Kebiasaan itu tetap beliau amalkan ketika beribadah haji. Beliau akan berdiri di dekat Hajar Aswad, dan mulai membaca Alquran dari awal hingga akhir dalam satu rakaat.

Mengenai firman Allah, “Apakah engkau hai orang musyrik yang lebih (Beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang dia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan Rabb-Nya. Az-Zumar 39:9).

Ibnu Umar mengatakan, yang dimaksud ayat itu adalah Ustman bin Affan. Juga tentang firman Allah, “Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada pula di atas jalan yang lurus.” An-Nahl 76.

Ibnu Abbas ra, berkata,”Maksudnya adalah Ustman bin Affan.”

Beliau pernah dituduh berbuat Bidah yakni tidak meng-qasar shalat ketika di Mina saat haji. Beliau shalat sempurna. Maka beliau menjawab sendiri tuduhan tersebut. “Ketahuilah, yang demikian adalah karena aku mendatangi suatu negari yang di dalamnya terdapat keluargaku, sehingga aku menyempurnakannya karena dua alasan, yakni bermukim dan menjenguk keluaga.”

Iman az-Zuhri mengatakan,” Ustman shalat sempurna di Mina empat rakaat karena orang Badui pada tahun itu sanglah banyak, maka Ustman hendak mengajari mereka bahwa shalat (Zuhur dan Ashar) empat rakaat.”(Republika.co.id)