Kemenag akan menyelenggarakan umroh sendiri, karena  untuk mengantisipasi banyaknya calon jamaah umroh terlantar ditanah suci. padahal sudah ada aturan Kementrian Agama bagi penyelenggara umroh haruslah perusahaan berbadan hukum. apakah aturan ini harus dilanggar oleh Kemenag sendiri?

Banyak travel penyelenggara umroh resmi keberatan, karena sepantasnya sebuah peraturan harus dipatuhi. Jangan sampai Kemenag sendiri melanggar aturan dibuatnya. Karena ada peraturan dibuat Kemenag untuk menyelenggarakan umroh seperti harus travel, harus perusahaan berbadan hukum dan sebagainya.

Misalnya ketika mau mengambil visa umroh, harus bekerjasama dengan perusahaan di Arab Saudi. Selain itu, persyaratan lainnya harus menjadi salah satu anggota IATA. ”Apakah persyaratan ini sudah dipenuhi Kementrian Agama?

memang keinginan Kementrian Agama menyelenggarakan ibadah uramh, itu sangat bagus. tapi penting syaratnya, harus memenuhi peraturan dibuat sendiri oleh Kementrian Agama.

Soal telatarnya sebagian calon jamaah umroh menyebabkan Kemenag menyelenggarakan umroh, menurut pihak travel karena selama ini, tidak ada ketegasan dari Kementrian Agama terhadap penyelenggara umroh bermasalah.

Perusahan travel mendapat kepercayaan kerjasama dengan perusahaan Arab Saudi, diharuskan menjual paket umroh meliputi akomodasi, transportasi dan tiker pulang pergi. Kenyataan di lapangan, banyak calon jamaah umroh telantar disebabkan adanya travel menjual visa umroh semata, tanpa dilengkapi akomodasi, transportasi dan tiket pulang pergi. Karena itu, tidak dibenarkan hanya menjual visa umroh.

Jika seorang pengusaha travel hanya menjual visa, akibatnya, menjual visa kepada penyelenggara tidak punya ijin dan itulah menyebabkan masalah telantarnya sebagian calon jamaah umroh. Tentunya, Kementrian Agama harus bertindak tegas kepada penyelenggara mengeluarkan visa umroh tersebut dan harus diberikan sanksi. Sanya, selama ini kurang tegas.

Pihak travel menuntut, jika Kemenag ingin terjun mengurus ibadah umroh, sebaiknya pengelolaan haji reguler juga diberikan kesempatan kepada penyelenggara swasta sudah kredibel. Tujuannya, supaya ada pembanding dalam penyelenggaraan ibadah haji. Karena diuntungkan pasti jamaah haji akan mendapatkan pelayanan maksimal.

sumber: Republika