Kenapa Lantai Sekeliling Kabah Tetap Sejuk Walau Panas Terik

tawafkabah234534

Banyak jamaah yang heran kenapa lantai sekeliling kabah sejuk (tidak panas) meskipun Cuaca Panas Terik, mengingat suhu musim panas Arab Saudi berbeda dengan negara lainnya, yakni lebih terik. Bahkan mencapai lebih dari 55 derajat Celsius ketika di bulan-bulan Juli dan Agustus.

Kantor Umum Keperesidenan untuk Urusan Dua Masjid Suci mengatakan, sebagaimana dikutip dari Saudi Gazette (4/2), bahwa alasan utama di balik rasa dingin itu adalah jenis marmer yang digunakannya.

Pemerintah Arab Saudi mengimpor jenis marmer khusus dan langka dari Yunani untuk lantai Masjid al-Haram, termasuk Masjid an-Nabawi Madinah. Jenis Marmer Thassos itu mampu memantulkan sinar matahari dan di sisi lain mampu menyerap hawa dingin.

Pihak berwenang berkali-kali menepis klaim atau anggapan yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya di balik kesejukan lantai itu adalah karena adanya serangkaian pipa air pendingin (Air Coditioner-AC) yang diletakkan di bawah lantai marmer masjid tersebut.

Anggapan itu semua tak dibenarkan. Anggapan adanya ruang raksasa bawah tanah khusus AC yang rasa dinginnya disalurkan ke bawah lantai Masjid itu tak sesuai fakta. Rasa dingin itu semata-mata karena pilihan jenis marmernya.

 

Karena lantai marmer ini, setiap orang yang beribadah thowaf tidak akan merasa panas di telapak kakinya dan tidak perlu berjalan berjingkat-jingkat ketika melakukan thowaf di siang hari sekalipun tidak memakai alas kaki.(uhm)