Tanah Mekah dan madinah terlah ditetapkan berdasarkan wahyu allah SWT sebagai tanah Haram. Ini Dia 7 Larangan Untuk Jamaah Haji dan Umroh Selama Di Tanah Suci Mekah dan Madinah!

Anda tahu, kenapa kota Mekah dan Madinah dinamakan Tanah Haram? Sebelum mengarah pada topik utama, saya dan anda butuh tahu lebih dulu karena pengharaman dua kota suci itu. Ikhwan Fillah, butuh diketahui sesungguhnya kata ‘Haram’ mempunyai dua pengertian berbeda, ini didasarkan pada akar kata bertolak belakang namun keduanya digunakan oleh para berpengalaman dalam memaknai kata haram guna tanah suci Mekah dan Madinah.

Dalam buku Al Misbahul Munir dijelaskan sesungguhnya Kata ‘Haram’ mempunyai dua arti berbeda, “Kata ‘Al-Hurmah (haram)’artinya sesuatu jangan dilanggar. Al Hurmah juga ditafsirkan Al Mahabah (Kehormatan). Diturunkan dari kata, ‘Al-Ihtiram.’”(Al Misbahul Munir, 2/357)

Selanjutnya, berhubungan dengan topik kita, menurut Kitab Al Misbahul Munir, Tanah Haram (Makah dan Madinah) dimaknai dengan memakai makna ‘Haram’ (Tanah tidak halal guna dilanggar) (Al-Misbahul Munir 2/357). Sedangkan menurut keterangan dari Direktur Pusat Studi Quran, Quraish Shihab, bahwa Tanah Haram ditarik dari makna kata ‘Kehormatan’ yaitu adalahsebuah area terhormat dan mesti dihormati.

Ikhwan fillah, Jika kita konsentrasi pada difinisi diungkapkan pada buku Misbahul Munir diatas mengenai Tanah Haram, logikanya andai ada sesuatu dilanggar tentunya tentu ada dilarang atau diperintahkan guna dijauhi. Lalu pertanyaannya, apakah dilarang untuk kita sebagai jamaah haji atau umroh sekitar berada di tanah suci itu? Jawabannya didasarkan pada sabda Rasulullah saw inilah ini:

“Sesungguhnya Allah SWT telah merintangi tentara bergajah masuk ke Mekah, dan Allah SWT sudah menaklukkan Mekah guna Rasul-Nya dan orang-orang beriman dan bahwasannya tidak dihalalkan untuk orang sebelumku guna menyerbu Mekah, melulu dihalalkan satu ketika saja eksklusif untukku pada hari ini, dan bahwasannya tidak dihalalkan lagi guna siapapun setelahku. Maka dilarang mengusir fauna buruannya, dilarang mencukur tumbuh-tumbuhannya dan barang tercecer tidak halal diambil kecuali untuk orang berniat menggali pemiliknya. Dan siapa keluarganya mati dibunuh, maka mereka memiliki dua pilihan: menerima diyat (denda 100 ekor unta) atau qishash.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Juga Firman Allah surat At-Taubah: 28

“Hai orang-orang beriman, Sesungguhnya orang-orang musyrik tersebut najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini.”

Sabda Nabi:

“Dia haram dengan keagungan Allah berikan, hingga hari kiamat. Tidak boleh mematahkan ranting pohonnya, tidak boleh mengejar hewannya, tidak boleh dipungut barang hilangnya, kecuali guna diumumkan, dan tidak boleh ditarik keluar rerumputan hijaunya.” (HR Bukhari & Muslim)

Ikhwan Fillah, dari dalil-dalil dilafalkan diatas, kita dapat menarik kesimpulan sesungguhnya Ada sejumlah hal dilarang sekitar berada di Tanah suci Makah:

  1. Orang Musyrik dilarang menginjak Kota Makah dan Madinah.
    Orang Musyrik ialah orang memiliki kepercayaan ganda atau beriman di samping iman untuk Allah SWT.
  2. Dilarang berburu atau mengusir fauna buruan. Membunuh fauna kecil saja anda dilarang, lagipula memburu fauna untuk dikonsumsi? Namun terdapat hadits beda menuliskan bahwa salah satu fauna boleh dibunuh ialah cicak, walau ia berada pada lubang ka’bah.
  3. Dilarang mencukur tumbuh-tumbuhan Pohon apapun tumbuh liar, anda dilarang memotongnya. Kecuali pohon izhkir, mana memiliki guna untuk hajad manusia.
  4. Dilarang memungut barang tercecer bukan milik anda kecuali dengan maksud mengumumkannya.
  5. Dilarang mencabuti rumput
  6. Dilarang mencukur ranting tumbuhan
  7. Dilarang mencukur hewan

Itulah ketujuh larangan diputuskan dari dalil-dalil dilafalkan diatas. Jika anda melanggarnya, maka terdapat dam (denda) mesti ditunaikan sesuai ketentuan.

Namun, sebenarnya ada lagi diyakini  sebagai larangan juga, yaitu menjadi  sekitar berada di tanah suci, anda tidak boleh berbicara kotor atau mempunyai pemikiran kotor. Meski melulu uneg-uneg saja dalam hati. Hal ini, menurut keterangan dari pengalaman semua jamaah haji urusan itu dapat menjadi nyata.

Wallahu’alam, melulu Allah Yang Maha Tahu.

Perlu diketahui, keterangan diatas hanyalah pantangan-pantangan saat berada di tanah suci saja. Sedangkan larangan-larangan berkaitan dengan rukun haji atau umroh ada keterangan tersendiri.

Semoga anda segera mendapat panggilan dari Allah untuk dapat mengunjungi rumahNya.