Mengunjungi Jannatul Baqi’ Pemakamam Keluarga dan Sahabat Nabi

Jannatul Baqi’ adalah kompleks Pemakaman utama di madinah, menjadi salah satu pemakaman termasyur dalam sejarah Islam, mengingat banyak orang dekat Nabi Muhammad SAW.

Di sini, terdapat sekitar 10 ribu orang keluarga dan sahabat Nabi, sehingga pemakaman ini sangat dimuliakan. Kompleks pemakaman ini terdiri dari tanah yang lembut dan tidak berbatu-batu.

Baqi memiliki luas sekitar 138 ribu meter persegi. Di sekitarnya, dibangun pagar tembok dengan jeruji besi yang tinggi. Baqi’ biasa dibuka pada waktu setelah Subuh hingga pukul 09.00 waktu setempat, dan setelah Ashar hingga menjelang Maghrib. Pada waktu zaman Rasulullah SAW, Baqi’ berada di luar wilayah Madinah. Sekarang, dengan perkembangan Kota Madinah yang sangat pesat, pekuburan ini seakan sudah menyatu dengan Masjid Nabawi sendiri.

Menurut bahasa, Baqi’ berarti tempat di mana terdapat tunggul berbagai jenis pohon. Dari arti itulah dinamakan Baqi’ Al-Gharqad. Sedangkan Al-Gharqad adalah pohon berduri yang sangat besar. Berbagai sumber sejarah menunjukkan bahwa yang pertama kali dikubur di tempat suci itu adalah sahabat yang mulia, Utsman bin Mazh’un. Kemudian di sampingnya dimakamkan Ibrahim, putra Rasulullah.

Dulu, Baqi’ Al-Gharqad adalah kebun dengan banyak pepohonan berduri. Namun, karena kaum Muslimin ingin sekali dikuburkan di Baqi’ mereka pun menebang pepohonan yang ada di sana untuk dijadikan pemakaman. Rasulullah SAW sendiri sering pulang pergi ke Baqi’. Beliau pergi ke Baqi’ malam hari, lalu berdoa dan memohonkan ampunan bagi penghuninya.

Nafi’ meriwayatkan dari Ibnu Umar, Nabi SAW bersabda, “Siapa yang mampu meninggal di Madinah, hendaklah dia meninggal di Madinah. Sesungguhnya aku akan memberi syafaat bagi siapa saja yang meninggal di sana.” (HR. Ahmad).

Saat ini, Pemakaman Baqi hanya terdiri dari hamparan tanah merah dan batu tanpa ada penanda siapa yang dikuburkan. Beberapa tokoh Islam berkubur di Jannatul Baqi adalah istri-istri Rasulullah SAW, juga dikenal sebagai Ummahatul Mu’minin (Ibu dari orang yang beriman) termasuk Aisyah, Hafsah dan Saudah. Kedua istri yang tidak dimakamkan di sini adalah Khadijah binti Khuwaylid yang dimakamkan di Makkah dan Maimunah binti al-Harits yang dimakamkan di Sarif.

Anak-anak dan cucu Rasulullah SAW juga dimakamkan di sini, yakni Fatimah az-Zahra, Ruqayyah, Zainab, Ummi Kultsum, Ibrahim (anak laki-laki Rasulullah SAW yang masih bayi dari Mariatul Qibthiyah), hingga Hasan bin Ali (cucu Rasulullah SAW). Selain itu bibi Rasulullah SAW yakni Safiyyah dan Aatikah juga dikuburkan di Ba’qi. Kemudian ada juga Utsman bin Affan (khalifah ketiga sekaligus menantu Rasulullah SAW) serta dan Halimatus Sa’diyah (ibu susu Nabi).