Cek keberangkatan haji anda dengan nomor porsi disini. Keberangkatan haji dapat dicek setiap saat secara online. Dengan memasukan nomor porsi 10 digit pada kolom cek keberangkatan haji tertera dibukti setoran awal BPIH, maka calon jamaah haji dapat mengetahui tahun keberangkatannya. Jadwal keberangkatan haji dapat lebih cepat atau lebih lama tergantung dari kuota haji resmi pemerintah.


* Perkiraan berangkat dapat berubah, sesuai dengan regulasi.

Untuk menyaksikan perkiraan pemberangkatan Haji silahkan Calon Haji datang ke Kantor Wilayah Kemenag Calon Haji meregistrasi atau bisa menghubungi call center haji Kemenag di 021-500425

Fungsi memahami perkiraan tahun keberangkatan haji ialah ialah guna persiapan haji seperti pelunasan BPIH, persiapan perlengkapan haji harus dibawa atau persiapan pemantapan ilmu tentang manasik haji dan sebagainya.

Berikut teknik menyaksikan perkiraan tahun keberangkatan haji dengan mengecek nomor porsi:

  • Setelah Jemaah menyerahkan pembayaran setoran awal haji sebesar 25 juta ke BPS (bank) akan mendapatkan bukti setoran awal BPIH mencantumkan nomor porsi haji.
  • Nomor porsi haji terdiri dari 10 digit dan nomor porsi tertear di bukti setoran awal di bank.Banyak jamaah mengira bahwa nomor porsi haji merupakan nomor SPPH, sebetulnya bukan.
  • Jika Calon Haji jemaah haji plus, mintalah bantuan travel haji plus tempat Anda mendaftar, bila Calon Haji belum dapat nomor porsi sebagai bukti legal kamu ialah jamaah terdaftar di Depag.
  • Jamaah harus sabar dalam menunggu antrian berangkat, walaupun haji plus saat ini harus antri sebanyak tahun.
  • Dengan mendapat nomor porsi berarti kamu ialah jamaah haji kuota Depag Resmi ( haji non-kuota tidak ada nomor porsi )

Jika Calon Haji tidak dapat menyaksikan perkiraan pemberangkatan calhaj maka saat ini sedang dalam perbaikan database. Perbaikan database dilakukan rutin oleh Kemenag, jadi bila Anda tidak bisa mengeceknya, coba cek lagi di lain hari.

Disini dapat cek nomor porsi haji secara online. Jadwal keberangkatan haji dapat diketahui dengan nomor porsi. Nomor porsi adalah nomor antrian berangkat haji. Mudah memeriksa nomor porsi keberangkatan haji secara online disini.

A. Syarat Wajib Haji

Syarat wajib haji adalah syarat-syarat harus dipenuhi oleh seseorang sehingga dia diwajibkan untuk melaksanakan haji, dan barang siapa tidak memenuhi salah satu dari syarat-syarat tersebut, maka dia belum wajib menunaikan haji. Adapun syarat wajib haji adalah sebagai berikut :

  • 1. Islam
  • 2. Berakal
  • 3. Baligh
  • 4. Merdeka
  • 5. Mampu

B. Rukun Haji

Yang dimaksud rukun haji adalah kegiatan harus dilakukan dalam ibadah haji, dan jika tidak dikerjakan hajinya tidak sah. Adapun rukun haji adalah sebagai berikut :

  • Ihram, yaitu pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh di miqat.
  • Wukuf di Arafah, yaitu berdiam diri, dzikir dan berdo’a di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.
  • Tawaf Ifadah, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, dilakukan sesudah melontar jumroh Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah.
  • Sa’i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali, dilakukan sesudah Tawaf Ifadah.
  • Tahallul, yaitu bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Sa’i.
  • Tertib, yaitu mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada tertinggal.

C. Wajib Haji

Wajib Haji adalah rangkaian kegiatan harus dilakukan dalam ibadah haji sebagai pelengkap Rukun Haji, jika salah satu dari wajib haji ini ditinggalkan, maka hajinya tetap sah, namun harus membayar dam (denda). Yang termasuk wajib haji adalah:

  1. Niat Ihram, untuk haji atau umroh dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram.
  2.  Mabit (bermalam) di Muzdalifah, pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina).
  3. Melontar Jumroh Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah yaitu dengan cara melontarkan tujuh butir kerikil berturut-turut dengan mengangkat tangan pada setiap melempar kerikil sambil berucap, “Allahu Akbar, Allahummaj ‘alhu hajjan mabruran wa zanban magfura(n)”. Setiap kerikil harus mengenai ke dalam jumroh jurang besar tempat jumroh.
  4. Mabit di Mina, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
  5. Melontar Jumroh Ula, Wustha dan Aqabah, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
  6. Tawaf Wada’, yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah.
  7. Meninggalkan perbuatan dilarang saat ihram.

Tempat – tempat penting dalam ibadah haji

• Madinah

Adalah kota suci kedua umat Islam. Di tempat inilah panutan umat Islam, Nabi Muhammad SAW dimakamkan di Masjid Nabawi. Tempat ini sebenarnya tidak masuk ke dalam ritual ibadah haji, namun jamaah haji dari seluruh dunia biasanya menyempatkan diri berkunjung ke kota letaknya kurang lebih 330 km (450 km melalui transportasi darat) utara Makkah ini untuk berziarah dan melaksanakan salat di masjidnya Nabi

• Makkah Al Mukaromah

Di kota inilah berdiri pusat ibadah umat Islam sedunia, Ka’bah, berada di pusat Masjidil Haram. Dalam ritual haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah ini ketika jamaah diwajibkan melaksanakan niat dan thawaf haji.

• Arafah

Kota di sebelah timur Makkah ini juga dikenal sebagai tempat pusatnya haji, yiatu tempat wukuf dilaksanakan, yakni pada tanggal 9 Zulhijah tiap tahunnya. Daerah berbentuk padang luas ini adalah tempat berkumpulnya sekitar dua juta jamaah haji dari seluruh dunia. Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai.

• Muzdalifah

Tempat di dekat Mina dan Arafah, dikenal sebagai tempat jamaah haji melakukan Mabit (Bermalam) dan mengumpulkan bebatuan untuk melaksanakan ibadah jumroh di Mina.

• Mina

Tempat berdirinya tugu jumroh, yaitu tempat pelaksanaan kegiatan melontarkan batu ke tugu jumroh sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Dimasing-maising tempat itu berdiri tugu digunakan untuk pelaksanaan: Jumroh Aqabah, Jumroh Ula, danJumroh Wustha. Di tempat ini jamaah juga diwajibkan untuk menginap satu malam.