Setiap orang ingin berangkat umroh saat ini diwajibkan perekaman biometrik yaitu rekam sidik jari dan potret diri untuk mendapatkan visa umroh atau haji. walaupun kebijaksanaan ini banyak diprotes, namun pemerintah saudi masih tetap memberlakukan kepada semua ingin beribadah umroh dan haji.

Baca: Cek keberangkatan haji anda dengan nomor porsi disini

Hal ini mesti dilaksanakan setelah pemerintah Arab Saudi lewat kedutaan besarnya di Jakarta menerbitkan aturan baru berhubungan dikeluarkannya seluruh jenis layanan visa masuk ke Kerajaan Arab Saudi, terutama penciptaan visa haji dan umroh, mulai efektif diberlakukan pada 24 September 2018.

Dalam penjelasan tambahan pun disebutkan, perekaman biometrik dapat dilaksanakan melalui kantor layanan visa VFS/TasHeel, mempunyai 34 kantor cabang tersebar di semua Indonesia. Perusahaan ini dirasakan mampu sebab telah kawakan dalam perekaman biometrik lebih dari enam tahun dan lebih dari 80 tahun dalam pengembangan paspor diplomasi, terutama perekaman sidik jari sehubungan dengan paspor.

Aturan ini menciptakan calon jamaah umroh dan haji mesti melakukan kegiatan dan dana ekstra dengan mengerjakan perekaman biometrik (sidik jari dan foto) dengan datang langsung ke kantor perwakilan VFS TasHeel terdapat di masing-masing ibu kota provinsi di Indonesia. Ada juga untuk ongkos perekaman biometrik dibebankan untuk calon jemaah umroh dan haji menjangkau 7USD (~105,000 IDR).

Sebelumnya, penciptaan visa haji dan umroh ditangani langsung oleh pihak agen perjalanan dan pelaksana ibadah Umrah dan Haji dengan calon jamaah bermukim membayar ongkos mesti dibayarkan bareng dengan total paket perjalanan dan akomodasi ibadah sekitar di Arab Saudi.

Dengan informasi terdapat di atas, kemauan untuk menjalankan ibadah haji dan umroh tidak surut, kan?